MANUFACTURING SUPERVISORY SIMULATION
Apr 20th, 2010 | By admin | Category: Our Event
Tujuan :
Memahami peran dan fungsi sebagai seorang supervisor yang efektif dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan.
Memahami prinsip- prinsip dasar dari proses manufaktur yang praktis.
Mampu mengidentifikasi dan melakukan pencegahan melalui fakta dilapangan, terhadap permasalahan-permasalahan yang timbul di manufaktur.
Topik pelatihan :
Effective supervisor
o Fungsi dan peran seorang supervisors
o Sasaran seorang supervisor.
o Faktor-faktor dalam melaksanakan bisnis didunia manufaktur.
Prinsip-prinsip dasar dari proses kerja manufaktur
Roleplay - Manufacturing supervisor simulation
o Pendefinisian manufaktur disetiap kelompok.
o Presentasi setiap kelompok mengenai perusahaannya (kelompoknya).
o Prosedur yang perlu diketahui dalam simulasi
o 12 transaksi dan analysis setiap transaksi.
o Hasil akhir dari transaksi setiap kelompok
o Presentasi setiap kelompok terhadap transaksi yang dijalaninya.
o “Who’s the best team?”
Pembahasan manufacturing supervisor simulation.
Action plan
Pedoman kegiatan perbaikan diri yang lebih lanjut di tempat kerja masing-masing dalam upaya peningkatan kinerja perusahaan.
Peserta: Leader, Foreman, Supervisor.
Waktu dan tempat :
Kamis, 20 Mei 2010
Selnajaya Training Center , Gd. Mid Plaza 1 lt.8
Jl. Jend. Sudirman Kav 10 - 11 Jakarta
Investasi : Rp. 1.200.000,- / peserta
Daftar lebih dari 5 orang peserta ,gratis 1 orang peserta
Trainer :
Ir. Rahmat
Instruktur yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/ speaker pada berbagai workshop dan training di bidang 5S, TQM, Genba Kaizen, TPM, TPS, Supply Chain dan lain-lain. Lulusan dari Universitas Indonesia dengan konsentrasi pada Manajemen pabrik yang telah sukses sebagai praktisi. Selama bekerja di salah satu perusahaan eletronika terkemuka, beliau memberikan bimbingan mengenai kegiatan 5S, kaizen di tempat produksi, kaizen IioE, kaizen pabrik, TQM-QCC, TPM, TPS, dan lain-lain, di dalam maupun di luar perusahaan. Setelah tahun 2003, dengan memanfaatkan pengalamannya itu, beliau memberikan bimbingan mengenai 5S , Genba kaizen di tempat produksi, melalui Association Overseas Technical Scholarship (Salah satu agensi jepang) di dalam maupun di luar Indonesia sebagai seorang Instruktur


